<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Maksum Priangga &#187; pemenang pemilu 2009</title>
	<atom:link href="http://maksumpriangga.com/tag/pemenang-pemilu-2009/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maksumpriangga.com</link>
	<description>Extraordinary Blogger</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Aug 2010 21:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden terbaik untuk pemilu 2009</title>
		<link>http://maksumpriangga.com/susilo-bambang-yudhoyono-sby-presiden-terbaik-untuk-pemilu-2009.html</link>
		<comments>http://maksumpriangga.com/susilo-bambang-yudhoyono-sby-presiden-terbaik-untuk-pemilu-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 18:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maksum Priangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi & Development]]></category>
		<category><![CDATA[pemenang pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maksumpriangga.com/blog/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[<p>apa kabar? semoga selalu sehat.. ya pemilu 2009 makin dekat.. masih bingung? ya sedikit review dan rekomentadi untuk capres yang akan dipilih nanti saya berikan ttg Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab di sapa SBY. ya kenapa harus pilih SBY?</p> <p>ini faktanya..</p> <p>1.Hutang IMF udah lunas. 2.krisis pun indonesia terlalu terkena dampaknya 3.PNPM mandiri yang dibangun atas ide SBY 4.Rumah sakit gratis bagi orang yang tidak mampu 5.buku sekolah murah banget untuk pelajar(ERLANGGA hampir bangkrut karena ga bisa ngikutin persaingan) 6.Swasembada beras 7.KPK(SBY yang mengoptomalkan kinerjanya)udah memasukin banyak orang ke SEL, belum lagi banyak koruptor yang tinggal nunggu untuk di penjara.</p> <p>BIODATA</p> <p>Nama : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949 Agama : Islam Istri : Kristiani Herawati, putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo Anak : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono Pangkat terakhir : Jenderal TNI (25 September 2000) Pendidikan: = Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973 = American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976 = Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976 = Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 = On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983 = Jungle Warfare School, Panama, 1983 = Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984 = Kursus Komando Batalyon, 1985 = Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989 = Command and General Staff College, Fort = Leavenwort,Kansas, AS Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS Karier: - Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976) - Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977) - Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977) - Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978) - Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981) - Paban Muda Sops SUAD (1981-1982) - Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985) - Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) - Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988) - Dosen Seskoad (1989-1992) - Korspri Pangab (1993) - Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994) - Asops Kodam Jaya (1994-1995) - Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) - Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995) - Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan) - Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda - Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) - Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999) - Mentamben (sejak 26 Oktober 1999) - Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) - Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004 Penugasan: Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988 Penghargaan: - Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973) - Honorour Graduated IOAC, USA, 1983 - Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003. Alamat : Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967</p> <p>berita dari kaskus.us:</p> <p>Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki &#8216;Jenderal yang Berpikir&#8217;, ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004.</p> <p>Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri &#8211; KH Hasyim Muzadi.</p> <p>Popularitas dengan enampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).</p> <p>Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. &#8220;Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu,&#8221; katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai &#8216;mutiara di atas lumpur&#8217;.</p> <p>Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, &#8216;the smiling jeneral&#8217; itu berhasil tampil sebagai &#8216;penyelamat negeri&#8217; dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).</p> <p>Lulusan Terbaik Siapakah Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil meraih pilihan suara hati nurani rakyat pada era reformasi dan demokratisasi itu?</p> <p>Pensiunan jenderal berbintang empat berwajah tampan dan cerdas, ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang pensiun sebagai Letnan Satu (Peltu). Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas, mendorongnya menjadi seorang penganut agama Islam yang taat. Dalam dirinya pun mengalir kental jiwa militer yang relijius.</p> <p>Selain itu, lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973, ini juga memiliki garis darah biru, sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah dan berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah, bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari hasil pernikahan Kasanpuro (Naib Arjosari II &#8211; darah biru Majapahit) dan RM Kustilah ( sebagai turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono). Bahkan dalam silsilah lengkapnya, SBY juga memiliki garis keturunan dari Pakubuwono.</p> <p>Kendati SBY anak tunggal, dia hidup dengan prihatin dan kerja keras. Pada saat sekolah di Sekolah Rakyat Gajahmada (sekarang SDN Baleharjo I), SBY tinggal bersama pamannya, Sasto Suyitno, ketika itu Lurah Desa Ploso, Pacitan. Prestasinya saat SR sudah menonjol.</p> <p>Dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya, SBY juga mengasah dan menyalurkan bakat sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band.</p> <p>Pria tegap yang memiliki tinggi badan sekitar 175 cm, kelahiran Pacitan, Jawa <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://maksumpriangga.com/susilo-bambang-yudhoyono-sby-presiden-terbaik-untuk-pemilu-2009.html">Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden terbaik untuk pemilu 2009</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float:right;padding:0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://maksumpriangga.com/susilo-bambang-yudhoyono-sby-presiden-terbaik-untuk-pemilu-2009.html"></a></div><p><img class="alignleft size-full wp-image-133" title="susilo_b_yudhoyono" src="http://maksumpriangga.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/susilo_b_yudhoyono.jpg" alt="susilo_b_yudhoyono" width="145" height="200" />apa kabar? semoga selalu sehat.. ya pemilu 2009 makin dekat.. masih bingung? ya sedikit review dan rekomentadi untuk capres yang akan dipilih nanti saya berikan ttg Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab di sapa SBY. ya kenapa harus pilih SBY?</p>
<p>ini faktanya..</p>
<p>1.Hutang IMF udah lunas.<br />
2.krisis pun indonesia terlalu terkena dampaknya<br />
3.PNPM mandiri yang dibangun atas ide SBY<br />
4.Rumah sakit gratis bagi orang yang tidak mampu<br />
5.buku sekolah murah banget untuk pelajar(ERLANGGA hampir bangkrut karena ga bisa ngikutin persaingan)<br />
6.Swasembada beras<br />
7.KPK(SBY yang mengoptomalkan kinerjanya)udah memasukin banyak orang ke SEL, belum lagi banyak koruptor yang tinggal nunggu untuk di penjara.</p>
<p><strong>BIODATA</strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Nama :<br />
</span>Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono<br />
<span style="color: #ff0000;">Lahir :<br />
</span>Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949<br />
<span style="color: #ff0000;">Agama :<br />
</span>Islam<br />
<span style="color: #ff0000;">Istri :<br />
</span>Kristiani Herawati,<br />
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo<span id="more-129"></span><br />
<span style="color: #ff0000;">Anak :<br />
</span>Agus Harimurti Yudhoyono dan<br />
Edhie Baskoro Yudhoyono<br />
<span style="color: #ff0000;">Pangkat terakhir :<br />
</span>Jenderal TNI (25 September 2000)<br />
<span style="color: #ff0000;">Pendidikan:<br />
</span>= Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973<br />
= American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976<br />
= Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976<br />
= Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983<br />
= On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983<br />
= Jungle Warfare School, Panama, 1983<br />
= Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984<br />
= Kursus Komando Batalyon, 1985<br />
= Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989<br />
= Command and General Staff College, Fort = Leavenwort,Kansas, AS<br />
Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS<br />
<span style="color: #ff0000;">Karier:<br />
</span>- Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)<br />
- Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)<br />
- Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)<br />
- Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)<br />
- Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)<br />
- Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)<br />
- Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)<br />
- Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)<br />
- Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)<br />
- Dosen Seskoad (1989-1992)<br />
- Korspri Pangab (1993)<br />
- Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)<br />
- Asops Kodam Jaya (1994-1995)<br />
- Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)<br />
- Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di        Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)<br />
- Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)<br />
- Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda<br />
- Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)<br />
- Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)<br />
- Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)<br />
- Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)<br />
- Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan        diri 11 Maret 2004<br />
<span style="color: #ff0000;">Penugasan:<br />
</span>Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988<br />
<span style="color: #ff0000;">Penghargaan:<br />
</span>- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)<br />
- Honorour Graduated IOAC, USA, 1983<br />
- Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003.<br />
<span style="color: #ff0000;">Alamat :<br />
</span>Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah<br />
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967</p>
<p><strong>berita dari kaskus.us:</strong></p>
<p>Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki &#8216;Jenderal yang Berpikir&#8217;, ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004.</p>
<p>Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri &#8211; KH Hasyim Muzadi.</p>
<p>Popularitas dengan enampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).</p>
<p>Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. &#8220;Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu,&#8221; katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai &#8216;mutiara di atas lumpur&#8217;.</p>
<p>Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, &#8216;the smiling jeneral&#8217; itu berhasil tampil sebagai &#8216;penyelamat negeri&#8217; dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).</p>
<p>Lulusan Terbaik<br />
Siapakah Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil meraih pilihan suara hati nurani rakyat pada era reformasi dan demokratisasi itu?</p>
<p>Pensiunan jenderal berbintang empat berwajah tampan dan cerdas, ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang pensiun sebagai Letnan Satu (Peltu). Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas, mendorongnya menjadi seorang penganut agama Islam yang taat. Dalam dirinya pun mengalir kental jiwa militer yang relijius.</p>
<p>Selain itu, lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973, ini juga memiliki garis darah biru, sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah dan berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah, bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari hasil pernikahan Kasanpuro (Naib Arjosari II &#8211; darah biru Majapahit) dan RM Kustilah ( sebagai turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono). Bahkan dalam silsilah lengkapnya, SBY juga memiliki garis keturunan dari Pakubuwono.</p>
<p>Kendati SBY anak tunggal, dia hidup dengan prihatin dan kerja keras. Pada saat sekolah di Sekolah Rakyat Gajahmada (sekarang SDN Baleharjo I), SBY tinggal bersama pamannya, Sasto Suyitno, ketika itu Lurah Desa Ploso, Pacitan. Prestasinya saat SR sudah menonjol.</p>
<p>Dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya, SBY juga mengasah dan menyalurkan bakat sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band.</p>
<p>Pria tegap yang memiliki tinggi badan sekitar 175 cm, kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis, bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali masih juga menulis puisi.</p>
<p>Di samping kesenian, ia juga menyukai dunia olah raga seperti bola voli, ia senang travelling, baik jalan kaki, bersepeda atau berkendaraan. Sedangkan olah raga bela diri hingga saat ini masih aktif dilakukan.</p>
<p>Tekadnya menjadi prajurit mengental saat kelas V SR (1961) berkunjung ke AMN di kampus Lembah Tidar Magelang.<br />
&#8220;Saya tertarik dengan kegagahan sosok-sosok taruna AMN yang berjalan dan berbaris dengan tegap waktu itu. Ketika rombongan wisata singgah ke Yogyakarta, saya sempatkan membeli pedang, karena dalam bayangan saya, tentara itu membawa pedang dan senjata,&#8221; kenang SBY.</p>
<p>Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka dia pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).</p>
<p>Namun kemudian, SBY malah memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Selagi belajar di PGSLP Malang itu, ia pun mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.</p>
<p>Tahun 1970, dia pun masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, dia meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.</p>
<p>Saat menempuh pendidikan di Akademi Militer, itu, SBY berkenalan dengan Kristiani Herrawati, putri Sarwo Edhie. Saat itu, Mayjen Sarwo Edhi Wibowo, menjabat Gubernur Akabri. Perkenalan terjadi saat SBY menjabat sebagai Komandan Divisi Korps Taruna.</p>
<p>Perkenalan itu berlanjut dengan berpacaran, bertunangan dan pernikahan. Mereka dikarunia dua orang putra Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).</p>
<p>Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.</p>
<p><strong>berita dari TOKOHIndonesia.com</strong></p>
<p>Susilo Bambang Yudhoyono (2)</p>
<h1>Pilihan Suara Rakyat</h1>
<p>Pilihan suara hati nurani rakyat akhirnya terbukti. Sebagian        rakyat Indonesia, pada Pilpres putaran pertama, mempercayakan pilihannya kepada pasangan capres-cawapres        Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla. Paduan figur pasangan        ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil, dan sejahtera kepada        rakyat, telah memikat hati para pemilih kepada keduanya.</p>
<p>Pasangan itu kini        siap-siap memasuki putaran terakhir pemilihan presiden, 20 September 2004.        Siapakah sesungguhnya Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat diidolakan        rakyat dan mengapa pasangan itu berjodoh?</p>
<p>SBY, demikian ia akrab disapa. Gaya bicaranya tenang, sistematis, dan        berwibawa. Kata-katanya jelas mencerminkan wawasan berpikirnya yang luas.        Pantas saja para pengamat politik memberinya julukan: Jenderal yang        Berpikir. Ia pun mendirikan Partai Demokrat yang kemudian memperoleh suara        signifikan pada Pemilu 2004 dan menghantarkannya menjadi calon presiden.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kabinet Gotong-Royong ini        mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa tidak dipercaya lagi oleh        Presiden Megawati Soekarnoputri. Surat permintaan pengunduran dirinya        dikirim kepada Presiden, Kamis 11 Maret 2004 pagi, setelah sebelumnya ia        menyurati presiden, mempersoalkan kewenangannya yang &#8220;dipreteli&#8221;, tapi        tidak ditanggapi oleh Megawati.</p>
<p>Pengunduran diri pria kelahiran Pacitan 9 September 1949 itu dilakukan        setelah dua minggu kemelut politik terbuka dengan Megawati. Keputusan        mundur dari kabinet itu tampaknya merupakan pemanasan dari kemelut panjang        dalam kancah perebutan kekuasaan.</p>
<p>Yudhoyono, yang makin populer lewat iklan pemilu damainya di televisi,        tampaknya telah memicu kemelut yang mengakibatkan orang-orang Megawati        gerah.</p>
<p>Ketika mengumumkan permintaan pengunduran dirinya, SBY mengatakan, &#8220;Sesuai        dengan hak politik saya, jika nanti pada saatnya ada partai politik,        katakanlah Partai Demokrat dan dengan gabungan partai lain yang        mengusulkan saya sebagai calon presiden, insya Allah saya bersedia.&#8221;        Berarti, ia siap bersaing dengan Megawati untuk merebut kursi kepresidenan        di Pemilu 2004 ini.</p>
<p>Keputusan pengunduran dirinya dinilai berbagai pihak suatu keputusan yang        elegan. Dalam perjalanan kariernya, Yudhoyono, memang selalu ingin tampak        elegan baik dalam bertutur maupun bertindak. Sikap itu terlihat dalam        beberapa peristiwa penting yang melibatkan langsung menantu Jenderal (Purn)        Sarwo Edhie Wibowo itu.</p>
<p>Proses pengunduran dirinya yang terkesan akibat tersisihkan dalam Kabinet        Megawati telah mengangkat popularitasnya yang tercermin dalam perolehan        suara Partai Demokrat pada Pemilu 2004 yang sangat signifikan, menduduki        peringkat lima.</p>
<p>Ketika mantan Kepala Staf Teritorial Markas Besar Tentara Nasional        Indonesia ini tanggal 27 Januari 2000 memutuskan untuk pensiun lebih dini        ketika menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan        Presiden KH Abdurrahman Wahid. Ketika itu ia masih berpangkat letnan        jenderal dan akhirnya pensiun dengan pangkat jenderal kehormatan.</p>
<p>Kemudian pada 28 Mei 2001, bersama beberapa menteri tidak merekomendasikan        rencana Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Dekrit Presiden. Bahkan        tidak bersedia melaksanakan Maklumat Presiden yang menugaskannya sebagai        Menkopolsoskam untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mengatasi        krisis, memelihara keamanan, ketertiban, dan hukum.</p>
<p>Akibatnya ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menkopolsoskam pada        1 Juni 2001, kerena menolak rencana Presiden mengeluarkan Dekrit. Ketika        ia ditawari jabatan Menteri Perhubungan atau Menteri Dalam Negeri, ia        menolaknya.</p>
<p>Lalu pada Sidang Istimewa MPR-RI, 25 Juli 2001, ia dicalonkan        memperebutkan jabatan Wakil Presiden yang lowong setelah Megawati        Sukarnoputeri dipilih menjadi presiden. Ia bersaing dengan Hamzah Haz dan        Akbar Tandjung. Ia kalah dengan alasan sederhana, tidak mempunyai        kendaraan politik berupa partai.</p>
<p>Pada 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya        menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Dia pun menjalankan tugasnya        dengan baik. Salah satu pelaksanaan tugasnya adalah mengumumkan        pemberlakuan status darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam        pada 19 Mei 2003.</p>
<p>Kemudian popularitasnya makin memuncak. Pertama kali dia masuk bursa calon        presiden, ketika Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)        menimangnya menjadi salah satu kandidat calon presiden dan wakil presiden.        Kemudian, Partai Demokrat menyebutnya sebagai calon presiden, bukan calon        wakil presiden.</p>
<p>Lalu iklan damainya muncul di berbagai stasiun televisi. Ia pun menjawab        pertanyaan wartawan yang menannyakan soal tidak dilibatkannya dia dalam        beberapa kegiatan kabinet yang menyangkut masalah politik dan keamanan.        Akibatnya, suami Presiden Megawati, Taufiq Kiemas menyebutnya        kekanak-kanakan karena dinilai melapor kepada wartawan bukan kepada        presiden (1/3/2004).</p>
<p>Dalam pada itu, dua kali rapat koordinasi bidang Polkam batal dilakukan        karena ketidakhadiran para menteri terkait. Lalu pada 9 Maret 2004, dia        pun menyurati Presiden Megawati mempertanyakan kewenangannya sekaligus        minta waktu bertemu. Namun, Presiden tidak menjawab surat itu. Mensesneg        Bambang Kusowo kepada pers mengatakan tidak seharusnya seorang menteri (pembantu        presiden) mesti membuat surat meminta bertemu dengan presiden. Dia pun        diundang menghadiri rapat menteri terbatas.</p>
<p>Tapi, merasa suratnya tak ditanggapi lalu pada 11 Maret 2004, ia memilih        mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam karena merasa kewenangannya        sebagai Menko Polkam telah diambil-alih oleh Presiden Megawati        Soekarnoputri. Lalu, malam harinya, di sebuah hotel, ia bertemu        Abdurrahman Wahid yang diisukan sudah sejak beberapa waktu menimangnya        menjadi calon presiden dari PKB.</p>
<p>Langkah pengunduran diri ini dinilai berbagai pihak membuatnya lebih        leluasa menjalankan hak politik yang akan menghantarkannya ke kursi puncak        kepemimpinan nasional. Berbagai hasil polling memang selalu menempatkannya        pada posisi terbaik, baik sebagai calon presiden apalagi sebagai calon        wakil presiden. Polling TokohIndonesia DotCom, misalnya, ketika itu        menempatkannya sebagai calon wakil presiden yang paling puncak.</p>
<p>Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Centre for Political Studies-Soegeng        Sarjadi Syndicated, yang diumumkan Selasa 30/7/2002, nama Jenderal TNI (Purn)        Susilo Bambang Yudhoyono menduduki urutan teratas (15,5 persen) untuk        menjadi wakil presiden berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri (presiden)        dan urutan kelima (5,4 persen) berpasangan dengan Amien Rais. Jajak        pendapat ini melibatkan 4.133 responden yang rata-rata terpelajar di kota        Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar,</p>
<p>Penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan        sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi yang patut sangat        diperhitungkan dalam peta kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya        mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan        semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH        Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati        Sukarnopotri).</p>
<p>Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal        reformasi itu TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin        menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang        berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. &#8220;Penghujatan        terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan        peran ABRI waktu itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat        institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY        malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. Siapa sesungguhnya SBY        di masa sebelum ini?</p>
<p>Ia yang pada masa kecil dan remajanya adalah penulis puisi, cerpen, pemain        teater, dan pemain band. Pria tegap kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9        September 1949 ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis,        bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan        cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke        Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan        hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali        masih juga menulis puisi.</p>
<p>Disamping kesenian, ia juga menyukai dunia olah raga seperti bola voli, ia        senang travelling, baik jalan kaki, bersepeda, atau berkendaraan.        Sedangkan olah raga bela diri hingga saat ini masih aktif dilakukan.</p>
<p>Ia juga seorang penganut agama Islam yang taat. Darah prajurit Bapak        berputra dua ini menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan.        Tekadnya sebagai prajurit kian kental saat kelas V SD (1961) berkunjung ke        AMN di kampus Lembah Tidar Magelang. &#8220;Saya tertarik dengan kegagahan        sosok-sosok taruna AMN yang berjalan dan berbaris dengan tegap waktu itu.        Ketika rombongan wisata singgah ke Yogyakarta, saya sempatkan membeli        pedang, karena dalam bayangan saya, tentara itu membawa pedang dan senjata,&#8221;        kenang SBY.</p>
<p>Pendidikan militernya dimulai di Akademi Militer Nasional (1970-1973). Ia        adalah lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan Adi        Makayasa. Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course        di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di        Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle        Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan        Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di        Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort        Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster        University AS.</p>
<p>Dalam meniti karir, SBY sangat mengidolakan Sarwo Edhie Wibowo yang tidak        lain adalah mertuanya sendiri. Dalam pandangannya, Sarwo Edhie adalah        seorang prajurit sejati. Jiwa dan logika kemiliterannya amat kuat. Selain        belajar strategi, taktik, dan kepemimpinan militer, mertuanya itu amat        sederhana dalam hidup dan teguh dalam memegang prinsip-prinsip yang        diyakini.</p>
<p>Tugas terberatnya sebagai Menko Polkam adalah mengembalikan kepercayaan        masyarakat dan dunia bahwa keamanan di Indonesia dapat diwujudkan. Faktor        keamanan inilah yang sering dijadikan investor asing untuk membatalkan        rencana investasinya di Indonesia. Sedangkan dari dalam negeri, masyarakat        sering kali merasa was-was dengan berbagai gangguan seperti teror bom yang        kerap terjadi.</p>
<p>Persoalan lainnya adalah, upaya menghentikan pertikaian di daerah konflik,        yang secara perlahan memperlihatkan kemajuan. Namun, karena besarnya        masalah yang dihadapi, keberhasilan tugasnya itu sering tidak ditanggapi        serius. Masih banyak pekerjaan besar menunggu untuk segera diselesaikan.</p>
<p>Menghadapi tugas berat, ternyata menjadi bagian sejarah hidup SBY yang        sebelum menjadi menteri sempat diprediksi bakal menjadi orang nomor satu        di lingkungan militer. Ketika Presiden KH Abdurrahman Wahid berkuasa, ia        sempat diberi tugas untuk melobi keluarga mantan Presiden Soeharto. Maksud        langkah persuasif yang dilakukannya itu agar Keluarga Cendana bersedia        memberikan sebagian hartanya kepada rakyat dan bangsa. Khususnya untuk        membawa pulang harta keluarga Soeharto yang diperkirakan masih tersimpan        di luar negeri. Padahal saat itu masyarakat tengah menunggu dengan seksama        hasil peradilan orang kuat Orde Baru tersebut.</p>
<p>Presiden Wahid pada awal tahun 2001 pernah memintanya untuk membentuk        Crisis Centre. Dalam lembaga nonstruktural ini Presiden Wahid meminta        Yudhoyono menjabat sebagai Ketua Harian dan menempatkan pusat informasi        atau kegiatan (operation centre) di kantor Menko Polsoskam. Lembaga baru        ini berfungsi untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Wahid dalam        menjawab berbagai persoalan. Termasuk di antaranya sikap Kepala Negara        dalam merespon pemberian dua memorandum oleh DPR.</p>
<p>Walau berulang kali menerima kepercayaan bukan berarti Yudhoyono ‘lembek’        dalam menghadapi Presiden Wahid. Ketika terdengar kabar Presiden Wahid        ngotot akan menerbitkan dekrit pembubaran DPR, maka, bersama Panglima TNI        Laksamana Widodo A.S. dan jajaran petinggi TNI lainnya menantu mendiang        Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo ini meminta Gus Presiden mengurungkan        niatnya.</p>
<p>Siapa nyana, setelah batal menerbitkan dekrit, Presiden Wahid malah        mengeluarkan maklumat. Di sini pun Yudhoyono lagi-lagi mendapat ujian        karena Kepala Negara menunjuknya sebagai pejabat yang bertanggung jawab        untuk menegakkan keamanan dan ketertiban di Indonesia dalam menghadapi        Sidang Paripurna yang dikhawatirkan banyak pihak bakal menimbulkan konflik        di masyarakat. Tak lama setelah itu, Gus Dur malah melengserkan jabatan        SBY. Dalam Sidang Istimewa MPR, giliran Gus Dur yang diturunkan dari kursi        presiden dan digantikan Megawati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maksumpriangga.com/susilo-bambang-yudhoyono-sby-presiden-terbaik-untuk-pemilu-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
